
Siapa Pengganti Paus Fransiskus?
Radio Senda 1680 – Paus Fransiskus wafat pada Senin pagi, 21 April 2025, beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit karena infeksi pernapasan kompleks. Kepergiannya menandai akhir dari masa kepemimpinannya selama 12 tahun sebagai Paus dan membuka babak baru: siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik selanjutnya?
Pemilihan Paus dilakukan oleh Kolese Kardinal, sekelompok pendeta senior Gereja Katolik yang berjumlah lebih dari 240 orang di seluruh dunia. Hanya kardinal di bawah usia 80 tahun yang memiliki hak suara dalam konklaf, yakni proses tertutup yang berlangsung di Kapel Sistina.
“Baca Juga: Hari Kartini, Semangat Perjuangan Emansipasi di Era Modern”
Dalam konklaf ini, sebanyak 138 kardinal berhak memilih, dan menariknya, 110 di antaranya diangkat oleh Paus Fransiskus sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa suara dalam konklaf kali ini akan lebih mencerminkan keberagaman Gereja secara global, dengan keterwakilan lebih besar dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Beberapa nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus:
Selama periode “sede vacante”, yakni saat takhta kepausan kosong, Kardinal Kevin Farrell—Camerlengo saat ini—akan mengelola urusan administrasi Vatikan. Namun, ia tidak berwenang membuat keputusan doktrinal.
Dengan konklaf yang segera berlangsung, dunia kini menanti siapa sosok baru yang akan memimpin Gereja Katolik di era baru penuh tantangan dan harapan.
“Simak Juga: Parestesi Saraf, Ketika Rasa Kebas Tak Juga Hilang”
Radio Senda 1680 - Survei terbaru yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada 2023 mencatat fakta memprihatinkan, yakni…
Radio Senda 1680 - Di tengah gemuruh konten digital yang serba instan, sebuah suara parau menembus kebisingan malam di desa…
Radio Senda 1680 - Data terbaru dari Asosiasi Radio Komunitas Indonesia (ARKI) menunjukkan bahwa 65% jaringan radio lokal telah mengalihkan…
Radio Senda 1680 - Saat dunia terhipnotis oleh algoritma streaming on-demand, sebuah paradoks menarik terungkap dari laporan Asosiasi Radio Siaran…
Radio Senda 1680 - Data terbaru dari Asosiasi Radio Komunitas Indonesia tahun 2024 menyebutkan bahwa segmen dialog interaktif mampu meningkatkan…
Radio Senda 1680 - Di tengah deru kehidupan modern yang nyaris tanpa jeda, sebuah fakta mengejutkan muncul dari riset Gallup…