
Efek Ucapan ‘Rakyat Tolol’, Ahmad Sahroni Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR
Radio Senda 1680 – Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Keputusan itu tertuang dalam surat resmi dengan kop Partai NasDem yang terbit pada Jumat (29/8/2025) setelah menggelar Rapat Pimpinan Fraksi.
Dalam rapat tersebut, pimpinan fraksi menyepakati pencopotan Sahroni dari kursi pimpinan Komisi III DPR RI. Dengan keputusan ini, Sahroni kini hanya berstatus sebagai anggota Komisi I DPR RI.
H. Rusdi Masse Mappasessu akan mengisi posisi yang Sahroni tinggalkan. Ia sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI. Pergantian ini berlaku efektif mulai Jumat (29/8/2025) dan suratnya telah ditembuskan kepada Pimpinan DPR RI, pimpinan Komisi I, III, IV, serta Sekretariat Jenderal DPR RI.
“Simak Juga: Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang yang Penuh Misteri”
Pencopotan Ahmad Sahroni tidak terlepas dari polemik besar yang dipicu pernyataannya. Dalam kunjungan kerja ke Polda Sumut pada Jumat (22/8/2025), ia menyebut rakyat Indonesia “tolol” apabila menginginkan pembubaran DPR RI.
“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” ucap Sahroni kala itu.
Ucapan tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Kritik datang dari berbagai kalangan, mulai dari netizen, aktivis mahasiswa, hingga pengamat politik yang menilai pernyataan Sahroni tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat.
Tak hanya menuai hujatan, pernyataan itu memicu gelombang demonstrasi di depan kompleks DPR RI sejak Senin (25/8/2025). Aksi tersebut bahkan berujung bentrok dengan aparat dan menimbulkan korban luka. Banyak pihak menilai ucapan Sahroni telah memperburuk citra DPR RI yang selama ini sudah menghadapi krisis kepercayaan publik.
Selain itu, keputusan pencopotan Ahmad Sahroni juga sebagai upaya NasDem untuk meredam kemarahan publik dan menjaga stabilitas politik internal partai. Meski begitu, tak sedikit pihak menilai langkah ini terlambat karena dampak pernyataannya sudah telanjur meluas.
Melalui surat keputusan tersebut, Partai NasDem menegaskan komitmennya untuk tetap mendengarkan aspirasi rakyat. Partai NasDem berharap pergantian jabatan ini mengembalikan kepercayaan publik terhadap kinerja Fraksi NasDem di DPR RI. Pencopotan ini juga membuat publik menyoroti langkah-langkah lanjutan yang akan partai NasDem ambil serta menunggu respons Sahroni terhadap pencabutan jabatannya.
“Baca Juga: KLB Campak di Jawa Timur, Dasco Sampaikan Pesan Penting ke Menkes”
Radio Senda 1680 - Program edukasi radio komunitas lokal resmi dimulai pada 12 Juni 2024, menargetkan 5.000 pendengar aktif dalam…
Radio Senda 1680 - Radio komunitas lokal menjadi jembatan kritis yang menghubungkan warga dengan informasi terkini, terutama di daerah dengan…
Radio Senda 1680 - Sebuah program musik rohani penyejuk hati meluncur di gelombang 1680 FM, menargetkan pendengar yang mencari ketenangan…
Radio Senda 1680 - Sekitar 42% koleksi lagu himne tradisional di perpustakaan gereja lokal berpotensi hilang dalam satu dekade akibat…
Radio Senda 1680 - Di tengah badai disrupsi digital yang menelan banyak media arus utama, sebuah fenomena menarik justru terjadi…
Radio Senda 1680 - Data survei lapangan yang kami himpun secara independen pada kuartal pertama 2024 menunjukkan fakta yang cukup…